Aku Mengandung Anaknya dan Kita akan Menikah Sebentar Lagi, Namun Takdir Berkata Lain, Dia Malah...!

Sedih banget sih....!! Siapin Tisue ya!
Sponsored Ad

Hari itu, aku pergi SPA dengan mama. SPA yang mama pesen adalah SPA yang memijit seluruh tubuh.

Ketika mbaknya memijit perutku, aku merasa gak enak.

Esok paginya aku keluarkan alat tes kehamilan dan benar,

2 garis pada alat itu menjadi hari dimana kebahagiaan aku dimulai.

Sponsored Ad

Aku sms dirimu yang sedang sibuk bekerja.

Aku tulis,"Mas, kalau gak sibuk balas aku ya, ada hal yang mau aku bicarakan."


tanpa menunggu lama, kamu membalas,"iya ini aku sedang sibuk di kantor, ada apa?"

Aku senang! Dalam kesibukan kamu, kamu masih menyisihkan waktu untuk membalas aku, memberiku perhatian.

Aku ceritakan tentang kehamilanku, dan kamu yang awalnya sibuk, langsung menelepon aku dan menangis karena terharu akan anaknya.

Sejak hari itu, aku melewati hari - hari dengan bahagia.

Kamu membelikan aku nutrisi, memberi aku makan yang banyak!

Apa yang aku idamkan, pasti kau sediakan.

Sesibuk apapun dirimu, tetap kamu akan sisihkan waktu untuk tanya aku dan calon anak kita.

Sponsored Ad

2 bulan kemudian, aku ingat malam itu, aku menelepon dirimu yang aku tahu ada meeting besar.

Kamu masih membalas aku,"Iya ma, ini bos minta meeting bentar, nanti kalau udah selesai aku telepon ya, i love you!"

Aku senang seperti biasa, dan kemudian aku menunggu... menunggu... dan menunggu... sampai aku ketiduran

Sampai aku tertidur pun, tidak ada 1 telepon yang datang.

Esok paginya, kakaknya menelepon aku, apakah adiknya menelepon dia semalam?

Aku bilang tidak, karna aku juga menunggu sampai ketiduran,

kakaknya tak bisa menahan tangisnya lagi berkata,"Siti, kamu yang sabar ya... Adik sudah meninggal karena kecelakana subuh tadi!"

Entah apa yang harus aku jawab, hanya kekosongan dan jiwa yang bagaikan telah termakan oleh takdir, aku pun menutup telepon dan berteriak keras!

Aku panggil namanya!! Kenapa meninggalkan aku!!??


Sebentar lagi kita akan menikah,

sebentar lagi kita akan tinggal serumah,

tinggal sebentar lagi, aku akan bahagia mendapatkan perhatianmu,

tetapi, mengingat hal itu semua, anak kita pun ikut kamu "pergi" ke surga.

Aku gak bisa makan, minum, tidur, dan maafkan, aku tak bisa menahan kesedihan ini...

Semoga kamu bertemu dengan anak kita dan menjaganya...

titip salam cintaku untuknya...

Aku akan berusaha di sini, di bumi ini, menyongsong masa depan agar kalian melihat dan bangga memiliki istri dan ibu seperti aku ini.

Terima kasih untuk semuanya...

Sponsored Ad