Padahal Putranya yang Hilang 5 Tahun Ini Selalu Berada di Depan Rumah…Ternyata Inilah Alasan Tragis Kenapa Tidak Ada yang Mengetahuinya...

Sungguh Keji sekali wanita itu.....
Sponsored Ad

Yang Fu Zhi, seorang ibu di sebuah desa di Cina, kehilangan putranya-Yang Zheng Xiang pada tahun 2011. Sepasang suami istri ini mencari anaknya kemana-mana, tapi tidak ketemu juga. Lima tahun kemudian kasus ini akhirnya terpecahkan juga. Ternyata anak malang ini dibunuh oleh warga desa setempat (sebut si Dong) yang bersekongkol dengan menantunya sendiri (sebut si Liu). Pada tanggal 5 Desember, tersangka mengaku dan menunjukkan tempat dimana mereka menyembunyikan jasad Yang Zhen Xiang, yaitu di tempat yang hanya berjarak 50 meter dari rumah Yang Fu Zhi, jasadnya dikeluarkan dari kedalaman 2 meter dari tanah. Sepasang suami istri ini menangis sedih.

Sponsored Ad

Sang Ibu terkena insomnia karena saking rindunya pada putranya ini

Pada tanggal 6 Desember, setelah menyelesaikan penguburan putranya, Yang Fu Zhi yang telah berumur 77 tahun ini tak henti menangis duka, tidak disangka bahwa putra yang dicarinya 5 tahun ini ternyata telah…Ia bercerita : 「Aku punya 3 putra, anakku yang paling kecil telah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan kini putraku yang nomer 2 menghilang 5 tahun, kami selalu mengira bahwa ia diculik orang, siapa sangka ia sudah meninggal..」 Mereka tidak bisa menerima kenyataan yang sangat kejam ini. Yang Zhong Xiang, putra pertama mereka berkata : 「Kemaren sewaktu mengeluarkan adik dari tanah, aku tidak berani membiarkan ibu untuk ikut, dia tak hentinya menangis.」 Karena kerinduan yang tak berujung terhadap Zhen Xiang, ibu mereka yang telah berusia 72 tahun ini mengalami insomnia, sehingga wajahnya terlihat kuning dan kurus.

 

Niu Fu Qin berkata pada tanggal 19 Agustus 2011, Yang Zhen Xiang bertengkar hebat dengan istrinya semalaman, karena masi diliputi amarah, ia pun meninggalkan rumah sekitar jam 4 dini hari. Sejak saat itu, Zhen Xiang menghilang dan sampai sekarang masih belum ditemukan keberadaannya. Niu Fu Qin dan Yang Fu Zhi pun pergi ke berbagai tempat untuk mencari anaknya, bahkan mereka pun pergi ke kepolisian setempat untuk melaporkan keadaan ini. Pada hari ketika setelah Yang Zhen Xiang menghilang, Niu Fu Qin menerima sebuah pesan singkat yang berisi: anakmu bekerja di kantorku, kantorku ini adalah kantor yang sangat rahasia, sebelum anakmu bekerja disini, ia telah menandatangani sebuah kontrak agar ia bekerja disini selama 5 tahun dengan imbalan 100 ribu yuan. Setelah ia menyelesaikan masa bekerjanya disini, ia barulah boleh menghubungi keluarganya dan pulang kembali ketempat asalnya. Jadi jangan coba-coba untuk melapor ke polisi atau tanggung sendiri akibatnya. Di dalam pesan pendek itu juga tertera nomor rekening bank. Niu Fu Qin berkata: ia masih menerima sebuah telpon tapi dengan suara wanita, 「kalau tidak memberikan uang tebusan, maka Yang Zhen Xiang tidak akan dapat bertemu keluarganya lagi」.  Yang Zhong Xiang berkata: 「di rumah tidak ada uang sebanyak itu, kita hanya bisa melaporkan ini ke polisi」. Setelah polisi melakukan pemeriksaan, akhirnya ditemukan kalau ini adalah penipuan.

Sponsored Ad
 

Ia Selalu duduk di gerbang desa menunggu kepulangan anaknya

Niu Fu Qin dan Yang Fu Zhi terus tidak menyerah mencari anaknya, mereka bersama-sama pergi mencarinya sampai ke Laocheng, Jinan, Bejing. Kami dua orang tua ini tidak bisa membaca, tidak tahu juga berjalan kemana. Tapi demi anak kami, semua tempat kami lewati dan karena itu uang yang dipakai juga tidak sedikit, bahkan untuk berhemat kami terpaksa makan 1 bakpao saja seharian penuh. Niu Fu Qin berkata: "beberapa tahun ini, demi mencari anak kami, akhirnya mereka mempakai semua harta benda simpanan mereka"

 

Niu Fu Qin berkata : Selama 5 tahun belakangan, kami berdua orang tua ini tidak pernah melewati hari besar apapun, anak tetangga kami yang bekerja di luar, semua pulang pada hari raya. Fu Zhi terus duduk di gerbang desa menanti kepulangan anak kami. Ia terus berharap orang berikutnya yang muncul adalah anak kami, tapi setiap tahun yang ada malah kekecewaan. "Lima tahun ini, orang lain bergembira melewati hari raya Imlek, tapi tidak begitu dirumahku". Niu Fu Qin juga berkata: selama 5 tahun belakangan, ia selalu terbangun di malam hari karena teringat akan anak kami, ketika siang hari tiba, ia langsung bergegas duduk diatas kereta dan berangkat mencari anak kami.

Sponsored Ad

Istrinya berkata kalau suaminya pergi bekerja, dalam sehari ia bisa mendapat upah 200-300 yuan, tapi aku terus bertanya-tanya. Ia sudah besar, dan seharus kemanapun ia pergi harus ingat untuk menghubungi ayah ibunya di kampung, Hp ini juga pemberiannya. Selama ini ia tidak pernah mematikannya sekalipun karena takut anaknya tidak dapat menghubunginya.

 

Mereka terus mencari anaknya dengan kondisi sakit-sakitan

"Pernah sekali karena anakku memecahkan kaca rumah Liu Mou dan Dong Mou, akhirnya istri Dong Mou datang kerumah dan marah besar". Pada saat itu Niu Fu Qin pun menyadari ada hubungan yang tidak beres antara istri anakku dengan Dong Mou. "anakku sangat rajin, sampai dirumah ada alat untuk memanen, dan alat pengupas dari hasil kerja kerasnya". Setelah ia melihat ada hubungan yang tidak benar antara dua orang ini, ia tidak lagi keluar mencari anaknya tapi ia memilih di dalam rumah.

 

Niu Fu Qin pun melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan memang benar ditemukan barang bukti yang menunjukan mereka berdua memiliki sebuah hubungan dalam kasus menghilangnya anak mereka. Pada bulan juni kepolisian pun membentuk sebuah group khusus untuk melakukan pencarian terhadap kasus ini, dan pada akhirnya ditemukan barang bukti berupa jasad anaknya. Dong Mou dan Liu Mou, mereka berdua ditangkap karena melakukan pembunuhan terhadap Yang Zheng Xiang, Setelah Yang Fu Zhi melihat jasad Yang Zheng Xiang ia pun menangis sejadi-jadinya karena ia merasa sangat kehilangan.


Sponsored Ad