Kakek Ini Menemukan Pemandangan yang Mengenaskan Setelah Dia Menolong Ular Legenda, dan Malam Itu Setelah Dia Meninggal, Tragedi Terjadi di Desanya

Setiap perbuatan pasti ada karmanya. Penuhi dunia ini dengan perbuatan baik yuk!
Sponsored Ad

Suatu malam, desa kecil yang terkenal dengan nama desa Long Tan diguyur hujan. Penduduk desa keluar dari rumahnya dan menari serta bernyanyi, tanpa tahu mereka sedang dijatuhi hukum karma. Kisah ini berasal dari seorang tua yang bernama Hu...

Sponsored Ad

Konon Hu adalah seorang tua yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Tapi karena putrinya itu sakit-sakitan, dia mau tidak mau harus sering ke gunung untuk mencari obat. Selain itu keluarganya yang miskin hanya bisa bertahan hidup dari makanan-makanan hutan.


Suatu hari saat Hu naik ke atas gunung, waktu dia sedang beristirahat di depan sebuah batu, dia merasa ada sesuatu yang menjilati tangannya. Ketika dia berbalik, dia langsung melompat kaget. Ada seekor ular yang mendekatinya. Tapi ular itu bukan ular biasa. Ular yang dia lihat itu adalah ular legenda, ular berkepala jengger ayam. "Bukannya ini ular berkepala jengger ya? Ular yang paling berbisa... Matilah aku karena sudah melihat ular ini. Racunnya pasti akan membuatku mati seketika..."


Kakek Hu takut, tapi ketika dia melihat ular ini, dia melihat ada luka yang cukup dalam pada ular ini. Karena kasihan dan dia merasa tidak boleh menyakiti ular legenda, dia pun masuk ke hutan, mencari obat-obatan, dan mengobati ular itu.


Ajaib, ular itu sembuh dengan sangat cepat. Belum berapa lama, ular ini sudah bisa bergerak lagi. Benar-benar seperti ular dalam legenda. Akhirnya sebelum ular ini terbang ke langit, dia melihat kakek Hu sebentar, kemudian membalikkan kepalanya dan terbang ke langit.


Kakek Hu kemudian pulang ke rumah sambil membawa perasaan puas karena sudah menolong makhluk legenda. Ketika dia sampai di rumah, dia melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Putrinya terkapar di pinggir dinding dengan darah yang tercurah di sekujur dinding, istrinya terkapar di dekat pintu dengan badan yang sudah dingin. Dipenuhi kepanikan, kakek Hu berlari dan bertanya ke orang-orang di desanya apa yang terjadi, tapi semua orang mengaku tidak ada yang tahu.


Kemudian tiba-tiba kakek Hu merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, dia tiba-tiba muntah darah dan meninggal di tempat. Melihat hal ini, penduduk-penduduk lain mengatakan, "Akhirnya bisa tenang juga." Ternyata, anak dan istri kakek Hu dibunuh oleh pemimpin daerah setempat. Anak kakek Hu yang sangat cantik itu pernah diingini oleh sang raja, tapi kakek Hu tidak mau memberikannya. Hal ini membuat raja marah dan akhirnya saat kakek Hu keluar dari rumahnya untuk mencari obat, prajurit-prajurit datang untuk mengambil anaknya secara paksa.


Awalnya istri kakek Hu menahan para prajurit itu dan terbunuh karena dianggap melawan perintah raja. Kemudian untuk membalas kekecewaan dan penghinaan yang raja terima karena dia merasa permintaannya ditolak 2 kali, dia membunuh anak dari kakek Hu yang waktu itu sedang terbaring sakit.


Tidak sedikit penduduk desa yang melihat kejadian ini, tapi raja mengatakan, "Aku tahu tempat ini kekurangan air dan makanan. Buat mereka yang mau tutup mulut, nyawanya akan selamat dan nggak usah takut, aku akan membagikan air dan makanan selama persediannya masih ada." Semua orang setuju.


Setelah kematian kakek Hu, semua orang bersorak-sorai, mereka tidak lagi perlu takut kelaparan dan takut tidak ada air. Tapi semua ini hanya berlangsung sesaat. Malam itu, tiba-tiba hujan deras turun. Semua orang yang ada bersorak dan menari-nari di luar rumah sampai mereka melihat adanya sosok ular berkepala jengger ayam di langit dan sosoknya terlihat jelas dibawah sinar bulan. Di malam itu juga setelah mereka melihat sosok makhluk legenda itu, semua orang yang memakan makanan yang diberikan raja mati karena keracunan...

Sponsored Ad