Ibu Memarahinya, "Ada Istri Buat Apa?!", Jawaban Anaknya Membuat "Seisi Rumah Terdiam"!

Ini Memang Tanggung Jawab Suami
Sponsored Ad

Dalam pernikahan, tidak sedikit terdengar perdebatan antara wanita. Ada seorang netizen perempuan yang membagikan kisah keluarganya. Setelah membaca ini, kamu pasti akan tersentuh! Cerita yang hebat, harus dibaca!

 

Sponsored Ad

1. Keharmonisan keluarga, keberadaan suami sangatlah penting:

Mama ku adalah seorang perempuan kota, tubuhnya sangat ramping. Suatu hari saudara papa ku mengatakan bahwa tubuh mama ku tidak bagus, mungkin saja kelak tidak bisa melahirkan anak! Ia mengatakan hal ini di samping telinga nenek ku. Papa ku pun langsung memarahi saudaranya dan berkata, "Aku menyukai dia yang seperti ini, seorang pelajar memiliki tubuh yang seperti ini memang wajar. Jika kaki dan tangannya kasar, mungkin dia hanya bisa hidup dan bekerja di sawah." Ada suatu hari, papa ku mabuk, di hadapan banyak orang ia berkata, "Hal yang paling membanggakan dalam hidup saya adalah, bisa menikahi perempuan secantik istri ku ini,  waktu itu yang mengejar dia sangat banyak, semua lebih hebat dari aku, namun dia memilih aku. Jika harus mati pun, aku tidak akan membiarkan dia tidak bahagia, siapa yang berani melukai hatinya, jangan pernah berbicara depan aku lagi, aku tak akan mengenalnya!"

 

Semua orang pun tertegun. Semenjak saat itu, pertengkaran diantara keluarga semakin jarang teradi. Semua orang bisa menghormati mama ku. Papa ku juga anak yang berbakti, ia selalu memberikan nenek makanan yang sehat, minuman yang enak dan menjaga nya dengan baik, namun tidak setiap perkataan orang tua ia jadikan keputusan. Karena itu, keberadaan suami sangatlah penting, hanya jika benar-benar ingin menyelesaikan masalah, tidak ada yang tidak dapat diselesaikan.

 

2. Jadikan istri sebagai orang penting, semua orang akan menghormatinya:

Di desa kami, perempuan sangat didiskriminasi, jika ada jamuan resmi, perempuan tidak boleh duduk bersama dalam meja besar, hanya bisa makan di dapur. Saat papa ku membawa mama dalam sebuah kunjungan keluarga, papa langsung memberikan tempat duduk untuk mama! Aku tidak pernah melihat ada yang memandang rendah mama ku, semua orang terpesona dengan perlakuan papa!

 

3. Wibawa itu diperoleh sendiri, bukan perempuan yang memberi:

Ada cowok yang mengatakan pada istrinya, "saat bersama dengan keluarga dan teman-teman ku, kamu harus dengar perkataan ku, kasih aku muka!"

Papa ku memandang rendah orang semacam ini, wibawa itu harusnya kamu yang peroleh sendiri! Menyuruh-nyuruh istri tidak pantas disebut wibawa!

Papa ku adalah seorang tentara, sangat cinta negara, di luar ia sangat disegani, di rumah mama ku selalu mendengar perkataan papa ku.

Papa mengatakan, "tidak memberi muka pada istri ku sama saja tidak memberi muka pada diri sendiri." Sehingga selama bertahun-tahun, mama ku tidak pernah dianggap remeh orang.

 

4. Menikahi seorang istri, untuk apa?

hanya ada satu jawaban!

Kakak ku sering mengeluh masakan mama tidak enak, namun jika kita tidak menghormati mama, papa pasti akan lanngsung memarahi kita!

Dia berkata, "Mama mu bukan pembantu, masakin kamu makanan saja sudah syukur, yang bilang tidak enak, sana masak sendiri!"

Papa ku tidak bisa masak, seumur hidupnya tidak pernah menyentuh dapur, dia tidak pernah mengeluh tentang masakan mama ku.

Di keluarga kami dari awal sudah ada pembantu, karena papa tidak bisa masak, dan tidak rela membiarkan mama terlalu capek, papa mengatakan, "menikasih seorang istri untuk apa? untuk dicintai!"

 

Dalam rumah tangga, seorang suami hanya perlu sedikit saja menjaga istrinya, maka akan tercipta suasana yang nyaman, adanya suasana yang nyaman, maka akan ada pernikahan yang indah!

 

Jangan lupa bagikan kisah ini kepada teman-teman mu yah!

 

 sumber: coco


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Sponsored Ad