Kakek yang Sekarat Ini "Meminta Anaknya Menjenguknya Untuk yang Terakhir Kalinya", Tapi Tak Disangka, Beliau Baru Tahu Kalau 5 Tahun yang Lalu Anaknya Sudah...

Ternyata anaknya sudah...
Sponsored Ad

Berbakti adalah esensi dari kehidupan orang-orang Asia, terutama China. Seorang anak yang tidak berbakti dianggap membawa malu bagi dirinya sendiri dan orangtuanya. Bapak Zhang, adalah seorang pria tua yang hidup sendirian karena sudah ditinggal oleh almarhum istrinya, dan anak satu-satunya pergi bekerja sebagai pemadam kebakaran di kota. Kehidupan Bapak Zhang sederhana, semuanya tercukupi dari uang yang selalu dikirimkan setiap bulan oleh anaknya, dan semuanya baik, sampai suatu hari...

Sponsored Ad

Bapak Zhang memiliki seorang anak yang bernama Zhang-Jun. Zhang-Jun adalah seorang anak yang baik dan berbakti. Tidak hanya membuat orangtuanya bangga, dia juga membuat banyak orang bangga karena prestasinya.

Kakek Zhang dulu adalah petani. Tapi karena sudah tua, keadaan kakinya memburuk, dan karena ditinggal oleh istrinya, kakek Zhang harus berhenti bekerja. Akhirnya beliau hanya hidup dari apa yang diberikan oleh anaknya.

Sebagai petugas pemadam kebakaran, Zhang-Jun selalu sibuk dan jarang memiliki waktu berlibur. Tapi setiap kali dia bisa libur, baik itu 1-2 hari pun, dia selalu menyempatkan diri untuk pulang melihat keadaan ayahnya. Kakek Zhang pernah berkata, "Nak, libur cuma 1-2 hari, gak usahlah kamu pulang. Capek juga. Saya tahu kamu berbakti, tapi jangan sampai kamu kelelahan."

Sponsored Ad

Zhang-Jun membalasnya, "Pa, kesempatanku untuk pulang lihat papa itu nggak banyak. 1 tahun cuma beberapa kali. Kalau aku masih nggak pulang juga, aku nggak berbakti!" Sejak itu, setiap tahunnya Zhang-Jun selalu pulang ke rumah setiap kali dia berlibur. Tapi sampai 5 tahun yang lalu, Zhang-Jun mulai berhenti pulang, bahkan mulai berhenti memberikan kabar. Kakek Zhang mulai khawatir...

Karena khawatir dengan keadaan anaknya, Kakek Zhang pun menelefon ke kantor pemadam kebakaran tempat Zhang-Jun bekerja. Tapi sebagai petugas pemadam kebakaran, pihak keluarga tidak bisa menghubunginya dengan mudah dan hanya bisa menunggu balasan telefon dari Zhang-Jun. Setelah menunggu seharian, akhirnya tibalah telefon yang ditunggu-tunggu.

Sponsored Ad

Kakek Zhang mengangkat telefon dan mendengar suara, "Pa, maaf, karena saya ada tugas, saya tidak bisa menghubungi papa lama-lama, juga tidak bisa pulang. Jangan khawatir, uang setiap bulan juga akan saya kirim pulang. Saya sudahi dulu ya."


Telefon itu hanya sebentar, tapi setelah mendengar suara anaknya, Kakek Zhang pun tenang dan terus melanjutkan kehidupannya. Sampai berjalan 5 tahun, semuanya tetap seperti biasa kecuali Zhang-Jun yang tidak pernah pulang.

Kakek Zhang yang semakin hari semakin tua akhirnya jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itu dokter mengatakan, "Pak, waktu anda sudah tinggal sedikit lagi. Saya harap anda bisa menikmati waktu anda dengan baik." Mendengar ini Kakek Zhang tidak sedih, tapi dia hanya ingin bertemu dengan anaknya untuk terakhir kalinya.

Sponsored Ad

Kakek Zhang menelefon ke kantor Zhang-Jun dan berkata, "Nak, mamamu minta saya pergi temani dia, waktu saya sudah nggak banyak, boleh nggak kamu pulang sekali aja, terakhir kalinya..." 

Tak lama, terdengar ada banyak suara pria yang menangis, "Pak, maafkan kami! Anak anda, Zhang-Jun sudah meninggal di dalam tugas sejak 5 tahun yang lalu! Kami tahu jelas betapa berbaktinya dia pada anda, kami tidak tega memberitakan berita ini pada anda Pak! Maafkan kami! Kami yang selama ini memberikan uang itu pada anda dan mengunjungi anda beberapa kali! Kami juga adalah anak-anak anda!"

Mendengar berita ini, Kakek Zhang mendadak lemas. Sambil menangis dia berkata, "Anakku, kamu masih muda, belum menikah, papa kangen nak... Kamu sudah bersama mama, kamu harus tunggu saya. Kalian harus tunggu saya ya disana..."


Seorang anak yang tidak berbakti akan dilupakan, tapi seorang anak yang besar baktinya, akan diingat dan baktinya akan membekas bahkan sampai dibalik liang kubur!


Sumber: BH


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Sponsored Ad