Tanpa Sengaja Aku Melihat "Namaku" di Ponsel Mertua, Aku Langsung Kaget, Siapa Sangka Ternyata Selama Ini "Panggilan Itu" Untukku!

Wah sobat cerpen ada yang pernah punya pengalaman kayak gini?
Sponsored Ad

Kemarin mertuaku dengan gembira memintaku membantunya memindahkan beberapa data dai ponselnya ke ponsel yang baru dia beli, kemudian dia juga memintaku untuk mengajarkannya bagaimana menggunakannya. Di situ aku baru tahu juga kalau ternyata kakak iparku membelikan dia smarthphone baru dan dikirim ke rumah. Mertuaku bilang karena dirumah sekarang sudah bisa pake wifi untuk internet, akhirnya kakak ipar membelikannya supaya mereka bisa sering telepon pakai internet saja. Akhirnya aku membantunya memindahkan data dan nomor teleponnya, bahkan mengajarkannya cara menggunakannya.

 

Sponsored Ad

Tapi aku juga bingung sih, kenapa dia gak bilang sama anak laki-lakinya kalau dia mau ganti ponsel? Kan aku juga bisa beliin. Jadi gak perlu kakak ipar kirim handphone dipaketin kayak gini. Siapa sangka, aku masih berkhayal ini dan itu, mertuaku sudah mulai ngomong lagi kalau kakak ipar kangen kami. Dalam setahun, ia hanya bisa ketemu mertuaku sekali saja, dia ingin bisa video call, jadi dia merasa pakai ponsel lebih praktis.

 

Mendengar ini, aku tiba-tiba jadi gak enak hati. Aku akhirnya terus bantuin dia dengan ponsel barunya. Aku cobain telepon ke ponselku sendiri untuk cek apakah semuanya berfungsi dengan normal, waktu menelepon ke nomor teleponku sendiri, aku kaget melihat nama yang tertulis di ponsel mertuaku, "Putri bungsu", inilah yang ditulis mertuaku untuk panggilanku di ponselnya. Tentu saja ini membuatku kaget setengah mati.

 

Aku langsung membuka kontak di ponsel mertuaku. Di dalamnya tidak banyak isinya, hanya ada nomor kakak iparku, dia tulis "putri sulung", kemudian nomor suamiku, dia tulis, "putra bungsu", kemudian ada putri bungsu yang tidak lain adalah diriku. Aku bertanya pada mertuaku mengapa menuliskan ini, dia kaget kemudian bilang, itu semua dulu kakak iparku bantu dia tulis.

 

"Lagipula, kamu kan memang paling kecil, ya bukannya putri bungsu?" mendengar ini, aku tiba-tiba sangat tersentuh, gak peduli yang dia bilang ini bener atau nggak, tapi aku tetep merasa terharu.

 

Biasanya, aku juga jarang telepon mertuaku, di dalam ponselku saja, aku menuliskan nama mertuaku dengan tulisan, "Mama suami", siapa sangka dia gak memanggilku menantu atau apa, malah menuliskan aku sebagai putrinya.

 

Karena hal ini aku juga sangat berterima kasih pada kakak iparku, ternyata selama ini dia juga tidak pernah menganggap aku sebagai orang luar.

 

Aku jadi mengerti kenapa kakak ipar ingin video call dengan kami, dia pasti kangen banget sama mamanya, jadi dia melakukan semuanya ini. Hal ini ternyata membuatku ingin melayani mertuaku dengan lebih baik lagi.


sumber : BH


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Sponsored Ad