Ayahnya Menaruh "Perekam Suara" Pada Kantong "Anaknya yang Autis" Sebelum Ia Berangkat Sekolah. Dan "Kenyataan yang Terjadi" Membuat Hati Hancur!

Yaa ampun.. Dia yang awalnya ceria menjadi pemurung TT
Sponsored Ad

Tidak ada orang lebih mengerti tentang anak kita daripada kita sendiri, jadi ketika anak terjadi sesuatu yang aneh pada anak kita, kita pasti akan lebih khawatir, apalagi jika anak kita tidak dapat mengatakan apa yang telah terjadi. Stuart Chaifetz, adalah seorang single parent dari New Jersey, AS. Ia membesarkan anaknya yang autis, bernama Akian (10) seorang diri. Stuart merasakan anaknya yang kini bersekolah disalah satu Sekolah Luar Biasa, menjadi suka cemas. Padahal awalnya ia adalah anak yang kuat dan ceria. Pihak sekolah juga mengatakan bahwa anaknya kini mudah marah, namun tidak memberitahukan alasannya. Stuart pun memutuskan untuk menyelidiki sendiri, mengapa anaknya yang awalnya kuat dan ceria berubah seperti ini.

Sponsored Ad

Hari itu, sebelum berangkat sekolah, Stuart menaruh alat perekam suara dalam kantong Akian. Dalam rekaman selama 6 jam tersebut, Stuart terkejut mendengar banyaknya kata-kata bully yang dilontarkan oleh guru dan pembimbingnya, bahkan suara tangisan pun terdengar begitu jelas. Stuart dengan jelas mendengar bagaimana guru membentaknya dan menyuruhnya diam, bahkan mengeluarkan kata-kata kasar di depan anaknya. Stuart juga mendengar percakapan antara guru dan pembimbingnya yang membicarakan soal mabuk-mabuk dan seksualitas yang tidak sepatutnya didengar anak kecil.

Yang paling membuat Stuart sedih adalah, dalam rekaman tersebut, Akian berkali-kali meminta sambil menangis pada gurunya agar ia dapat bertemu ayahnya, namun gurunya dengan santai menolak permintaan Akian. Akian menangis hingga lebih dari 30 menit.

Sponsored Ad

Stuart tau rekaman secara diam-diam ini tidak dapat digunakan dalam pengadilan di New Jersey, ia langsung menyerahkan rekaman tersebut ke pihak sekolah. Dan pembimbing tersebut pun langsung dikeluarkan, namun guru yang bersama-sama membully Akian tersebut belum dikenakan hukuman apa-apa.


Stuart juga memutuskan untuk mengeksposnya di media, baik cetak maupun televisi, agar lebih banyak yang memperhatikan kejadian serupa. Dalam video tersebut, ia memberitahu Akian, "maafkan aku membuat mu mengalami hal ini, sangat tidak pantas. Kamu adalah anak yang hebat, aku mencintaimu sepenuh hati. Jangan biarkan orang-orang keji tersebut merubah karakter indahmu."


sumber: Liftable


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id