Aku Gadis Berusia 20 Tahun, Jatuh Cinta Kepada "Duda Usia 40 Tahun-an". Saat Kuajak Dia Ke Rumah, Tiba-tiba Ibuku Melakukan "Adegan Mencengangkan" Ini Sampai Membuatku Terdiam!

Penahkah Sobat Cerpen terjebak pada cinta yang salah?
Sponsored Ad

Idealnya perempuan berpasangan dengan cowok yang lebih tua dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh. Cowok yang berusia tujuh tahun di atasnya masih dianggap wajarlah. Namun, tak sedikit juga cewek yang pacaran dengan cowok yang usianya jauh lebih tua darinya. Lebih tua sepuluh tahun, ada. Bahkan lebih tua dua puluh tahunun pun ada. Tapi bagaimana jika seorang gadis jatuh cinta dengan seorang pria yang pantasnya menjadi bapaknya, apalagi seorang duda lagi?

Sponsored Ad

Kami dari keluarga sederhana, ibuku adalan seorang single parent, dia bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga. Studiku biasa-biasa saja, akhirnya aku pun mengambil program diploma seni, setelah lulus, aku membuka sebuah salon kecantikan.

Usaha salonku berjalan lancar dan lumayan bagus, setiap hari bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah. Di sebelah salonku adalah sebuah restoran, pemiliknya adalah seorang pria usia empat puluhan. Aku tidak pernah melihat istri dan anak-anaknya, karena hubungan sebagai tetangga, aku pun kerap sekadar makan di restorannya, hitung-hitung ikut membantu meramaikan usahanya. Lama kelamaan dan karena sering ke sana, akhirnya kami pun menjadi akrab, kadang-kadang dia datang ke salonku memperkenalkan tamunya yang mau memotong rambut atau sekadar merapikan rambut.


Sponsored Ad

Suatu hari, kami minum-minum di restorannya, mungkin karena pengaruh minuman, dia pun mabuk. Dalam keadaan setengah sadar dia menceritakan tentang istri dan anak-anaknya, ternyata putrinya telah meninggal saat berusia lima tahun, sementara istrinya jatuh sakit sepeninggal putrinya. Tiga tahun kemudian, istrinya pun menyusul putrinya, saya ikut merasa sedih sekaligus simpati setelah mendengar cerita tentang keluarganya.


Sejak itu, hubungan kami tiba-tiba saja mengalami perubahan yang unik, dan pandanganku terhadapnya juga lain. Aku menjadi lebih sering ke restorannya, dan anehnya kadang-kadang aku juga membantunya merapikan restoran, menjahit bajunya atau pekerjaan-pekerjaan sepele lainnya. Lambat laun hubungan kami semakin dekat, dan dia juga sangat baik serta perhatian sama aku. 

Di mataku dia adalah sosok pria dewasa yang berkharisma dan berpembawaan tenang. Perlahan-lahan timbul perasaan suka padanya, dan kemudian kami pun sering bersama atau katakanlah mulai pacaran. Karena usianya lebih tua 20 tahun lebih, aku belum memberitahu ibu, takut ibu menentangnya, tapi beberapa waktu lalu, kami memutuskan untuk menikah. Aku pun kemudian mengajaknya ke rumah untuk aku perkenalkan pada ibu, dan tidak peduli ibu setuju atau tidak, aku sudah siap dan bertekad menikah dengannya.pa yang terjadi, sunggu tak disangka, ketika ibu melihatnya, ibu justeru memeluknya dan menangis. 

Sponsored Ad

Sontak hal itu pun membuat aku tercengang dan bengong. Lalu aku bertanya pada ibu, apa yang terjadi sebenarnya, apa ibu mengenal dia sebelumnya ? Akhirnya ibu pun bercerita tentang masa lalunya. Bertahun-tahun lalu, ibu mengajak adikku berperahu di taman bermain, karena adikku terlalu nakal, sehingga tanpa sengaja jatuh ke sungai.

 

Tepat pada saat itu dia yang sedang membawa putrinya berperahu juga, melihat kejadian itu langsung segera terjun ke air dan menyelamatkan adikku.Tapi malang perahunya oleng saat ia terjun, sehingga putrinya terjatuh ke sungai, dan ketika diangkat ke atas, putrinya meninggal.


Ibu menuturkan, bahwa setela peristiwa naas itu, ia selalu merasa bersalah dan ingin mengucapkan terima kasih, tapi ibu tidak tahu dimana pria yang telah menyelamatkan adikku, dan tak disangka bisa bertemu dalam suasana seperti ini. Aku cukup terkejut setelah mengetahuinya


Ibu memintaku agar hubungan kami bisa berlanjut dengan harmonis, tapi apakah pacarku itu bisa menerimanya. Aku tidak tahu apakah hubungan kami harus dilanjutkan atau…..Aku menjadi galau—gelisah, dilanjutkan atau diakhiri. Bagaimana menurut pendapat Sobat Cerpe, harus dilanjuti atau diakhiri…?


Sumber: Erabaru

Sponsored Ad