Aku yang Berusia 43 Tahun Menikahi Wanita Cantik Berusia 28 Tahun, dan Saat Istriku Melahirkan, "Pernyataan Dokter Ini" Membuat Hatiku Serasa Disambar Petir!

Kalau Mimin ada di posisi Bapak ini, gak tahu deh harus senang atau marah!
Sponsored Ad

Aku sudah berusia 40 tahun ketika aku menceraikan istriku yang pertama. Hubungan kami baik-baik saja selama pernikahan kami. Kami memulai usaha kami dari nol hingga akhirnya menjadi besar seperti ini. Kami melahirkan seorang anak perempuan sebagai hasil pernikahan kami berdua. Tapi karena kondisi kesehatan istriku, istriku sudah gak bisa melahirkan anak lagi. Aku tidak pernah bermasalah dengan hal tersebut, tapi tidak dengan keluargaku.


Sponsored Ad

Keluargaku termasuk keluarga yang sangat menginginkan seorang cucu laki-laki. Tapi setelah mereka tahu kondisi istriku, istriku selalu menjadi bahan olok-olokkan oleh keluargaku sampai suatu saat istriku tidak tahan dan minta bercerai dariku. Aku pun tidak bisa memaksanya untuk terus bersamaku. Dia pun pergi meninggalkanku dengan membawa anak kami setelah bercerai. Aku masih tetap mendanai biaya mereka sampai sekarang dan hubungan kami berdua masih tetap baik-baik.

Setelah 3 tahun aku menjomblo, aku pun akhirnya berkenalan dengan seorang wanita berusia 28 tahun yang bernama Jeny. Jeny sendiri memiliki tinggi badan 163cm dan paras yang cantik sekali. Aku pun berusaha mendekatinya dan mengobrol dengannya. Setelah beberapa waktu lamanya, kami pun memutuskan untuk jadian dan merencanakan pernikahan kami segera. Dalam waktu 1 bulan, kami pun akhirnya menikah.

Setelah Jeny masuk ke dalam keluargaku satu bulan kemudian, Jeny pun memberitahuku bahwa dia sedang hamil. Aku serta keluargaku pun bahagia bukan main dan gak sabar menanti kehadiran anak kami. Jeny sendiri sangat pintar membawa dirinya sendiri ke dalam keluargaku. Dia sering sekali membawakan barang ini dan itu untuk mama dan papa. Bisa aku lihat sendiri, mama juga senang sekali dengan Jeny, bahkan terkadang mama terlihat menggandeng tangan Jeny ketika jalan-jalan. Aku cukup bahagia dan beruntung bisa mendapatkan istri seperti Jeny yang begitu sayang terhadap keluargaku juga.

Namun pada bulan ke-7 kehamilan Jeny, air ketuban Jeny tiba-tiba pecah dan dia harus segera melahirkan saat itu juga. Setelah sampai rumah sakit, Jeny pun melahirkan seorang putra yang lumayan besar badannya yaitu 7,2 kg dan mukanya mirip sekali dengan Jeny. Kami sekeluarga pun bahagia sekali menyambut kehadiran putraku. Aku pun mengunjungi dokter yang mengurus kelahiran istri untuk bertanya apakah perlu perawatan khusus untuk anak yang lahir prematur seperti putraku. Dokter kandungan tersebut terlihat bingung dan mengatakan, "Anak Bapak lahirnya normal kok, dia gak lahir prematur." Aku pun cuman bisa bengong mendengar pernyataan tersebut. Jelas-jelas Jeny cuman mengandung 7 bulan, tapi bagaimana mungkin dokter bilang dia gak lahir prematur? Akhirnya aku pun mengerti, putra ini bukanlah anak kandungku! Jeny sudah berbohong dan mengkhianatiku.

Aku pun menceritakan semuanya pada Jeny dan Jeny pun langsung meminta maaf padaku. Dia memintaku untuk mengakui anaknya sebagai anakku sendiri. Dia berjanji akan melahirkan anak laki-laki untuk keluarga kami nantinya. Jujur saja, aku cukup sakit hati mendengar fakta bahwa putra itu bukan anak kandungku, tapi melihat Jeny merupakan wanita yang begitu baik, aku bener-bener tidak tega menceraikannya. Aku benar-benar tidak tahu langkah apa yang harus aku ambil sekarang.

Sobat Cerpen, menurutmu Bapak ini harus gimana ya? Yuk coba kasih saranmu di kolom komentar di bawah ya!


Sumber: Happy

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Sponsored Ad