Sang Kakak Demam Tinggi, Menyuruh Adiknya Untuk Membantunya Menusukkan Obat Penurun Panas Rectal, Tapi Adiknya Malah Melakukan "Ini"!

waduh... malu banget dehhh
Sponsored Ad

Saat tubuh kita demam, badan terasa panas dan dingin sangat tidak enak rasanya. Biasanya kita akan menggunakan stiker penurun panas atau kompres demam untuk menurunkan demam. Tapi kadang juga kita gunakan obat penurun panas rectal kalau demam tak kunjung turun. Walaupun kebanyakan anak kecil yang akan pakai obat penurun panas rectal, tapi tidak jarang juga bagi orang dewasa untuk menggunakan obat tersebut. 

Sponsored Ad

Berdasarkan artikel offisoku, ada seorang anak perempuan yang sedang demam tinggi hingga 39 derajat celcius, ia sudah menggunakan kompres demam namun tak kunjung turun juga panasnya. Sampai akhirnya ia menyuruh adiknya untuk diberikan obat penurun panas rectal, tapi sang adik dengan sangat berani melakukan suatu hal yang malah membuat sang kakak malu.

Dari seorang teman yang berbagi pengalaman pribadinya, sang kakak yang panasnya sampai 39 derajat itu merasa sangat tidak nyaman sehingga ia ingin menggunakan obat penurun panas rectal. Saat sedang memakai obat tersebut, sang kakak merasa kesakitan karena obatnya tidak bisa masuk. Saat itu, kakaknya juga sedang tidak ada minyak yang bisa membantu memudahkan obat tersebut untuk masuk ke dalam, hanya ada air liur yang bisa digunakan. Sang kakak pun berkata pada adiknya "kalau gak di jilat, gak akan bisa masuk". Sang adik yang tercengang mendengar kata kata kakaknya, tetap menuruti perintah kakaknya. Ia pun menjilati itunya (☉д⊙). Sang kakak langsung berteriak "Idiot! Aku suruh kamu untuk jilat obatnya!"

Sponsored Ad

Mendengar cerita teman ini, si adik tidak menjilati bokong kakaknya kan? Saat kakaknya sedang demam tinggi, seharusnya kejadian ini tidak terjadi.

OMG! Kok bisa ya si adik mengira si kakak menyuruhnya untuk menjilati bokongnya. Tapi walaupun hanya cerita cara penggunaan obat penurun panas rectal, tetap saja kisah kakak adik ini sungguh memalukan! >///<


Sumber: happy


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id


Sponsored Ad