​Aku Diam-diam Menaruh "Perekam Suara" dalam Saku Anakku Sebelum Ke Sekolah! Begitu Mendengar "Isinya", Aku Langsung Naik Pitam!!

Orang tua wajib baca!
Sponsored Ad

Semua anak adalah buah hati orang tua. Orang tua mana yang akan tinggal diam bila mengetahui anaknya diperlakukan dengan kejam di sekolah!?


Kejadian guru menganiaya anak muridnya sudah kerap terjadi, termasuk di Indonesia. Kali ini, seorang ibu di China mengetahui ternyata anaknya dianiaya oleh guru sendiri di sekolah berkat perekam suara yang ia letakkan diam-diam di saku seragam anaknya.

Sponsored Ad

Awalnya, ibu Zheng merasa aneh. Ia melihat anaknya pulang sekolah dengan mata merah dan bengkak seperti habis nangis. Anaknya terus merengek, "Besok gak mau ke sekolah!" Awalnya ibu Zheng mengira buah hatinya hanya belum beradaptasi dengan lingkungan baru, karena itu ia tidak terlalu menanggapinya dan tetap mengantarkan anaknya ke sekolah setiap hari.

Sehari dua hari, anaknya pulang sekolah bukan hanya nangis namun juga mengadu, "Guru mukul aku! Sakit! Aku gak mau ke sekolah!" Ia baru tahu kalau anaknya mengalami penganiayaan di sekolah. Untuk itu, ia pun diam-diam menaruh perekam suara di dalam saku seragamnya. Apa yang ia dengar kemudian membuatnya sontak marah besar!

"Mulutnya tutup! Denger gak! Siapa yang bicara gak boleh makan!


Liat apa liat!?


Duduk! Disuruh duduk yah duduk!


Disuruh pakai baju gak bisa pakai yah!?


(Pukul) Nangis lagi!


(Pukul) Buat apa nangis!? Nangis lagi ku usir kamu!"


Suara pukulan terdengar sangat jelas. Siapapun yang mendengar pasti tahu itu adalah suara anak dipukul.


Setelah ibu Zheng melapor dan menunjukkan bukti rekaman pada pihak sekolah, guru yang bermarga Liu tersebut langsung langsung dipanggil. Ekspresinya gugup. Awalnya ia menyalahkan sang anak, "Anaknya terlalu bandel, susah diatur!" Ia mengaku ia gagal mengatur emosinya dengan baik dan melampiaskannya pada anak-anak, tapi ia menyangkal bahwa ia memukul sang anak. Suara pukulan yang terekam adalah suara tangannya menepuk tangan dan memukul meja, bukan memukul anak. (Alasan saja)

Parahnya lagi, pihak sekolah pun selama ini tidak tahu apa yang diperbuat guru Liu. Ibu Zheng pun langsung memindahkan anaknya sekolah hari itu juga. Ia sudah tidak percaya lagi pada sekolah itu. Bagaimana pihak sekolah bisa sampai tidak tahu dan bisa-bisanya mempekerjakan guru yang menggunakan kekerasan dalam mendidik anak muridnya? Bagaimana orang tua mempercayakan anaknya pada sekolah yang seperti itu?

Setiap orang tua yang mengalami kejadian seperti ini pasti akan murka! Anak diperlakukan seperti apa di sekolah atau dibully oleh teman-teman sekelasnya adalah tanpa sepengawasan orang tua. Sebagai orang tua, yang bisa dilakukan hanyalah bertanya dan memperhatikan kondisi anak sepulang dari sekolah. Setiap anak adalah buah hati yang harus dijaga baik-baik!


Sumber: Coco


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Sponsored Ad