Bukannya Diberi Sedekah, Tapi "Pengemis Cacat" Ini Malah Disuruh Wanita Ini Angkut Batu Bata! Namun 10 Tahun Kemudian, Pria Cacat Ini Balas Dendam dengan "Cara Ini"!

Jangan fokus pada kelemahan kita, tapi tetaplah berjuang dan temukan apa pun yang mampu kita kerjakan!
Sponsored Ad

Tidak sedikit orang yang nasibnya kurang beruntung, atau sulit untuk bangkit karena terlahir hidup miskin. Apa reaksi anda ketika suatu hari hidup anda yang sudah miskin masih juga dihina oleh orang-orang berada dengan nada sinis dan melecehkan anda?


Ada seorang pengemis yang mengemis di sebuah rumah sakit, lengan kanannya sudah patah, terlihat mengibakan, siapapun yang melihatnya pasti akan memberinya sedekah.

Sponsored Ad

Namun pada saat dia berjalan pulang, ia sekalian mengemis dari satu rumah ke rumah lainnya, dia bertemu dengan seorang nyonya tua.


"Nyonya, beri saya sedekah.." ujar sang pengemis

Tanpa melirik sedikitpun, sang nyonya berkata kepada si pengemis sambil menunjuk ke tumpukan bata di depan rumah "kalau mau dapat uang, kerja dong! Cepat bantu saya dulu pindahkan tumpukan batu bata dari teras rumah ke halaman belakang"


Si pengemis terpaku seketika mendengar itu, lalu dengan emosi berkata, "Saya hanya punya satu lengan, tega-teganya Anda menyuruh saya memindahkan batu bata itu, jelas-jelas Anda sengaja mempermainkan saya, merasa hebat ya kaya raya!"


Sang nyonya diam tidak menanggapinya, lalu membungkukan badan dan sengaja menggunakan satu tangannya mengangkat dan memindahkan bata itu.


"Kamu lihat sendiri, tidak harus dua tangan baru bisa kerja. Kalau saya bisa kenapa kamu tidak?" kata sang nyonya.

Sponsored Ad

Melihat itu, pengemis tampak melongo, tak lama kemudian, akhirnya ia membungkukkan badannya dan mengangkat bata itu dengan satu tangannya. Dua jam kemudian semua batu bata itu baru selesai dipindahkan, tampak keringat bercucuran di sekujur badannya.


Sang nyonya memberi sehelai handuk putih pada pengemis, kemudian memberinya 100 Yuan atau sekitar Rp.190,000,- Saat menerima 100 Yuan, sang pengemis pun meneteskan air mata sambil mengucapkan "Terima kasih Nyonya!"


Tidak perlu berterima kasih, itu adalah upah dari hasil keringatmu sendiri."

Sejak kejadian itu, tumpukan bata di rumah sang nyonya terus seperti itu, selalu ada orang yang memindahkan dari teras rumah ke halaman belakang. Waktu pun cepat berlalu, 10 tahun kemudian, ada seseorang yang berpakaian gagah dan rapi berkunjung ke taman itu.


Pria itu membungkukkan badannya dan menyalami sang nyonya dengan tangan satu-satunya sambil berkata, "Seandainya tidak ada nyonya, saya masih seorang pengemis, tapi sekarang saya adalah direktur sebuah perusahaan."


"Andalah yang telah membantu saya menemukan kembali harga diri saya yang hilang ketika itu, membangun kembali rasa percaya diri saya, jika tidak ada anda, mungkin saya mungkin masih berkeliaran di jalanan."

Sponsored Ad

Tampaknya sang nyonya tidak ingat lagi siapa sosok direktur di depannya ini, sang nyonya hanya mengatakan dengan datar, "Itu adalah hasil atas jerih payahmu sendiri."


Direktur berlengan satu ini berencana membantu nyonya dan keluarganya pindah ke kota, menikmati hidup yang nyaman. Namun nyonya rumah mengatakan, "Kami tidak dapat menerima perhatian Anda, karena sekeluarga kami semuanya memiliki sepasang tangan."


Sang direktur dengan tulus bersikukuh, "Nyonya, anda telah membuat saya tahu apa yang namanya manusia, anda jugalah yang membuat saya paham apa yang namanya harga diri, rumah itu adalah imbalan yang selayaknya anda terima atas didikan anda kepada saya."


Nyonya rumah akhirnya tersenyum, "Kalau begitu, kamu berikan saja rumah itu kepada orang-orang yang tidak memiliki sepasang tangan!"

Dari cerita ini memberitahu kita sebuah pelajaran bahwa beramal atau memberi sedekah itu sifatnya sementara. Namun jika mengajarkan seseorang nilai-nilai kehidupan, itu lebih bermakna.


Nasib setiap orang itu ada di tangan mereka masing-masing, jika sepanjang hari ia hanya mengeluh dan tidak melakukan apa-apa, maka tidak ada perubahan dalam hidupnya. Jangan fokus pada kelemahan kita, tapi tetaplah berjuang dan temukan apa pun yang mampu kita kerjakan!


Sumber: Epoch


Tulisan, gambar dan video yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Sponsored Ad