Ia Sakit, Namun "Anak dan Menantunya" Malah Pergi Bulan Madu. Setelah Ia Sembuh, Akhirnya Ia pun Memilih "Melakukan Hal Ini" Kepada Anaknya!

Mimin sih setuju sama keputusan ibunya. Gimana kalau kalian?
Sponsored Ad

Orang tua biasanya akan memberikan warisan kepada anak-anak yang lebih berbakti kepada mereka. Nah, namun karena ada beberapa keluarga yang lebih meninggikan laki-laki daripada perempuan, maka se-berbakti gimana pun, anak perempuan tidak mendapatkan warisan apapun.

Sponsored Ad

Eli adalah seorang orangtua yang memiliki dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Yang kakak adalah yang perempuan, bernama Erna. Eli termasuk orang yang menikah muda sekitar usia 20 awal, sehingga ketika ia melahirkan, usianya juga masih terbilang cukup muda.


Suami Eli sudah meninggalkannya ketika anak-anaknya masih remaja. Rumah mereka sekarang, rencananya akan diberikan kepada anak laki-lakinya, Dedi ketika ia menikah kelak.


Bertahun-tahun berlalu, tanpa terasa anak laki-lakinya itu sudah menemukan tambatan hatinya dan memutuskan untuk menikah. Namun, karena Eli juga ikut repot dan kelelahan ketika mengurus pernikahan Dedi, Eli pun tiba-tiba terkena serangan jantung dan harus dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.

Setelah beberapa hari berada di rumah sakit, akhirnya dokter memperbolehkan Eli untuk pulang ke rumah. Awalnya Eli mengira bahwa Dedi dan istrinya akan menunda bulan madu mereka, demi menjaga dirinya. Namun, siapa sangka Dedi dan istrinya tetap memilih pergi bulan madu, bahkan hingga ijin kerja selama1 bulan lamanya. Padahal, Eli sudah menyuruhnya untuk menundanya, namun mereka berdua tidak peduli.

Sponsored Ad

Bahkan ketika mereka pergi berbulan madu, Dedi dan istrinya jarang sekali menelpon untuk menanyakan kabar Eli.

Meski Eli tidak terkena penyakit yang serius, namun Eli merasa bahwa Dedi dan istrinya tidak benar, ibu lagi sakit, tapi mereka malah pergi liburan dan tidak peduli kesehatan ibunya. Akhirnya, Eli pun menelpon Erna dan menceritakan segalanya, dan Erna lah yang akhirnya menjaganya selama sebulan. Erna sudah berkeluarga dan memiliki anak, karena ibunya sakit, ia pun tinggal di rumah ibunya selama sebulan. Setiap hari ia harus bolak balik mengantarkan anaknya sekolah dan kembali ke rumah untuk menjaga ibunya. Bahkan terkadang, ia harus minta cuti untuk bisa menemani ibunya.

Sponsored Ad

Sebulan berlalu, kondisi Eli sudah membaik, namun ketika Dedi pulang dari bulan madu, nama pemilik rumah sudah berganti nama menjadi nama kakaknya, Erna. Dedi pun menggerutu dan menanyakan hal tersebut kepada Eli, ibunya.


"Katanya rumah buat aku, tapi kok sekarang jadi buat kakak", kata Dedi.

Bahkan istri Dedi juga mengomel mengenai hal ini, mengatakan bahwa Erna pasti telah menghasut dan menipu Eli untuk mengganti nama pemilik rumah ketika Eli sedang sakit.


Eli pun dengan tegas memberikan penjelasan kepada Dedi dan istrinya. Eli merasa meski Dedi adalah anak laki-lakinya, namun Erna adalah orang yang lebih tepat mendapatkan rumahnya. Ya, tentu saja hal ini karena Erna memang lebih berbakti dan peduli dengan kondisi ibunya.


Bagaimana menurut pendapat kalian mengenai hal ini?


Sumber: BH


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id