Inilah 12 Perbedaan yang Terjadi Bagi Pasangan yang "Pacaran 3 Hari Vs 3 Tahun", #3 Ngena Banget Apalagi Buat Pasangan Jaman Now!

Ada yang ngalamin hal ini juga? Mana yang paling kamu banget???
Sponsored Ad

Ketika menjalin hubungan spesial dengan seseorang, pada masa awal pacaran kebanyakan orang akan menganggap pasangan sebagai hal yang paling penting dan utama dalam hidup. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang merasa kalau hal-hal romantis yang biasa dialami di masa awal pacaran lama-lama kemudian menghilang.


Nah, inilah beberapa perbedaan yang biasanya terjadi pada pasangan yang baru menjalani hubungan selama 3 hari dan 3 tahun. Hal-hal ini juga pasti dialami oleh sebagian besar pasangan di dunia.

Sponsored Ad

1. Waktu awal pacaran, selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pasangan. Begitu pula dalam urusan makanan. Kemudian, seiring berjalannya waktu, makanan enak justru menjadi rebutan.

2. Waktu awal pacaran sangat peduli pada penampilan, baju apa yang harus dipakai agar pasangan suka. Kemudian, seiring berjalannya waktu, yang terpenting adalah diri sendiri merasa nyaman.

3. Waktu awal pacaran, walaupun pasangan memiliki tubuh agak berisi masih suka menghibur dan mengatakan kalau ia lucu. Kemudian, seiring berjalannya waktu mulai memberikan sebutan atau panggilan yang menunjukkan kalau pasangan sudah kelebihan berat badan dan menyarankan agar mulai diet.

4. Waktu awal pacaran menemani pasangan menonton film drama yang menyedihkan selalu menenangkan pasangan. Kemudian, seiring berjalannya waktu mulai merasa bingung mengapa pasangan bisa menangis hanya karena menonton film drama.

5. Waktu awal pacaran, 1 jam pun tidak cukup untuk mempersiapkan diri pergi kencan. Kemudian, seiring berjalannya waktu, waktu 5 menit sudah terasa cukup bahkan terlalu banyak.

6. Waktu awal pacaran selalu bergandengan tangan dan menunggu pasangan. Kemudian, seiring berjalannya waktu, saat pasangan jalannya lama langsung disuruh cepat menyusul.

Sponsored Ad

7. Waktu awal pacaran, ketika sedang chatting selalu berhati-hati menggunakan sticker atau emoji. Kemudian, seiring berjalannya waktu mulai menggunakan sticker atau emoji yang konyol bahkan di luar nalar.

8. Waktu awal pacara jika ada hal yang ingin disampaikan suka merasa tidak enak hati. Kemudian, seiring berjalannya waktu, tidak peduli akan menyakiti pasangan atau tidak, segala hal yang ingin dikatakan langsung dibicarakan terus terang dan apa adanya.

9. Waktu awal pacaran bertekad untuk sama-sama menurunkan berat badan. Kemudian, seiring berjalannya waktu, pasangan justru menjadi musuh utama yang akan mengganggu kamu untuk menurunkan berat badan.

10. Waktu awal pacaran selalu ingin bersama pasangan di mana pun dan kapanpun. Kemudian, seiring berjalannya waktu, mulai menginginkan waktu untuk sendiri.

11. Waktu awal pacaran merasa segan dan malu saat diberikan hadiah oleh pasangan. Kemudian, seiring berjalannya waktu langsung berani meminta nomor pin kartu kredit. Hahaha…

12. Waktu awal pacaran hanya merasa bagaimana perasaan pasangan terhadap diri sendiri. Kemudian, seiring berjalannya waktu mulai juga memikirkan bagaimana pendapat orang tua masing-masing, apakah mereka merestui hubungan ini atau tidak.

Memang, seiring berjalannya waktu romansa akan perlahan-lahan berkurang. Namun, dari yang awalnya malu-malu menjadi tidak tahu malu justru merupakan faktor yang membuktikan kalau kamu dan pasangan sudah mau terbuka satu sama lain. Jujur, terbuka, dan tampil adanya adalah hal wajib dalam menjalin hubungan. Hal ini juga merupakan tahapan di mana kalian mulai mengerti makna dari sebuah komitmen yang membuat rasa saling percaya juga akan muncul dengan sendirinya tanpa perlu dipaksakan. Selain itu, proses ini membuat kamu dan pasangan tidak perlu terus berpura-pura menjadi orang lain, cukup menjadi diri sendiri dan hubungan akan terus berjalan karena kamu saling menerima dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Sumber: Coco


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id