Dari Kecil Aku Banting Tulang "Membiayai Adikku Sekolah", Namun Setelah Lulus Kuliah Ia "Malah Menghilang dan Tak Kunjung Kembali" Karena Alasan Ini!

Oleh sebab itu janganlah hidup untuk uang, namun pergunakan waktu untuk peduli terhadap sekelilingmu dan orang yang kamu sayangi.
Sponsored Ad

Ada sebuah kisah mengharukan yang datangnya dari remaja bernama Darwin berusia 16 tahun, dan adiknya bernama Ester berumur10 tahun. Ia lahir dari keluarga yang ayah dan ibunya kaya dan hidup bahagia.

Sponsored Ad

 

Namun semua berubah ketika ayahnya tiba-tiba meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, dan ibunya kabur menikah dengan pria kaya lainnya.

 

Karena Darwin lebih tua dan orang tuanya tidak ada di sampingnya lagi, mau tidak mau beban keluarga ada di pundaknya sekarang. Darwin memutuskan untuk putus sekolah, dan bekerja banting tulang untuk membesarkan Ester.

 

Karena umur Darwin masih terbilang muda untuk bekerja, jadinya ia memilih jadi kuli. Tiap hari bekerja banting tulang, entah itu panas atau hujan, demi bisa makan sehari-harinya dan membiayai sekolah Ester.

 

"Aku rela kerja mati-matian demi membesarkan Ester. Walaupun harus aku yang berkorban, tapi Ester harus punya hidup yang lebih baik dari aku!"

 

Saat Darwin berusia 24 tahun ada seorang gadis yang menyukainya. Darwin pun awalnya menyukainya, tapi karena Ester akan masuk uiversitas dan membutuhkan biaya sekolah yang lebih banyak. Jadi Darwin pun memutuskan hubungannya dengan wanita itu dengan alasan 「ingin lebih giat lagi bekerja demi sekolah adikku」

 

Waktu berjalan dengan cepat, akhirnya Ester telah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah. Karena Ester tergolong anak pandai dan rajin, ia mendapat kerjaan di perusahaan bagus namun jauh dari tempat tinggal Darwin.

Sponsored Ad

 

Akhirnya Ester memutuskan untuk menyewa tempat kos dan mulai hidup sendiri tanpa mengandalkan kakaknya. Namun sebelum Ester pindah kosan ia berjanji akan membalas budi dengan mengirimkan uang ke rekening Darwin.

 

Setelah 2 bulan Ester pergi ke luar kota, Darwin lumayan kesusahan menghubungi handphone Ester. Setiap kali Darwin menelepon pasti teleponnya tidak terangkat. Namun setiap bulannya ada sejumlah uang yang masuk ke rekening Darwin, dan ia tahu bahwa itu pasti kiriman Ester.

 

"Apakah Ester sekarang sudah menemukan pacar sehingga ia lupa dengan kakaknya yang telah membesarkannya? Atau justru ia malah dalam kondisi bahaya sehingga tak mampu lagi menghubungiku?"

 

Sudah setahun berlalu akhirnya kesabaran Darwin habis, tepat di tanggal 17 bulan itu Ester mengirimkan uang ke rekeningnya. Akhirnya Darwin memutuskan untuk pergi ke kota dimana Ester tinggal. Pagi, siang, dan malam mencari dari satu komplek ke kompleks lainnya. Namun hasilnya NIHIL!

 

Suatu hari di tengah siang, saat Darwin berjalan ia bertemu dengan pria aneh yang mengaku-ngaku bahwa ia adalah mantannya Ester.  

 

Sponsored Ad

Setelah berbicara cukup lama, akhirnya misteri kehilangan Ester terkuak dan ternyata Ester sudah meninggal satu tahun yang lalu!

 

Ternyata Ester selama ini sakit leukimia, awalnya tidak terlalu parah, tapi karena dia tidak berani bilang kakaknya karena biaya berobat cukup mahal, sehingga penyakitnya semakin lama semakin parah.

 

Kemudian, setelah lulus kuliah, Ester sengaja bekerja di perusahaan yang jauh dengan tempat tinggal kakaknya agar bisa mengobati penyakitnya sendiri. Namun karena penyakitnya sudah semakin parah dan dokter bilang tidak mampu mengobati penyakitnya lagi. Akhirnya Ester menyerah dengan hidupnya perlahan-lahan dan meminta pacarnya untuk setiap bulan mengirimkan uang sisa gajinya ke rekening Darwin.

 

Ester juga menitipkan surat kepada pacarnya untuk diberikan ke kakaknya kelak. Isi suratnya berisi:

 

"Kak, terimakasih telah jadi malaikat yang membesarkanku selama ini, sekarang kamu tidak perlu repot banting tulang untuk mencukupiku lagi, tapi pakai uangmu untuk membiayai dengan keluarga masa depanmu. Kak, aku sudah tenang di Surga, jangan pikirkan aku lagi, sekarang kejarlah kebahagiaan untuk dirimu sendiri"

 

Membaca surat ini, Darwin langsung terjatuh menangis dan menyesak selama ini terlalu menyibukkan diri untuk kerja mencari uang tanpa memiliki kuality time bersama adiknya dan menanyakan kesehatan Ester.

 

Dari kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa, uang bukanlah target pertama kita hidup. Janganlah hidup untuk uang, namun pergunakan waktu untuk peduli terhadap sekelilingmu dan orang yang kamu sayangi.

 

 Sumber: bldaily


Tulisan, gambar dan video yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id