Bukannya Marah, Nenek Malah Kasih Makan Pengemis Cilik yang BAB di Depan Gerobaknya, Siapa Sangka "Kejadian Setelahnya" Bikin Semua Orang Berterima Kasih Pada Anak Itu!

Benar-benar kejadian yang tidak diduga..Apa yang kita petik itu yang kita tuai.
Sponsored Ad

Sponsored Ad

Ada seorang nenek penjual kue panggang di pinggir jalan. Kue panggang buatannya terkenal enak, banyak orang yang rela mengantri demi membeli kue panggang miliknya. Meskipun sudah tua tapi nenek ini sangat mahir dalam berhitung.


Dia tahu jelas dalam sehari berapa banyak kue yang dapat dia jual. Jika ada pembeli baru masih datang mengantri, dia akan segera bertanya berapa kue panggang yang akan dibeli. Kalau lebih dari hasil buatannya, dia segera berkata;'Maaf kuenya sudah habis."

Sponsored Ad

Hari ini ada 3 kue panggang yang tersisa, di depannya masih ada 5 orang yang mengantri. Sang nenek berkata pada para pembeli,"Maaf, sisa kue ini adalah milik anak itu."


Ternyata tidak jauh dari tempat dia berjualan ada seorang pengemis cilik yang melihatnya sambil kelaparan. Wajah anak itu sangat kotor, bajunya pun sudah compang camping. Nenek mengambil 2 botol air putih beserta kue panggang untuk anak itu.


Anak itu makan dan minum sampai puas. Kini perutnya sudah tidak kelaparan lagi. Dia menatap sang nenek sambil tersenyum bodoh.

Sponsored Ad

Sejak hari itu, pengemis cilik ini selalu berdiri di dekat tempat sang nenek berjualan. Dia berharap nenek memberinya makanan lagi. Beberapa pembeli kasian melihatnya, namun ada juga pembeli yang mengusirnya.


Mendengar pembeli itu mengusir si pengemis cilik, sang nenek marah dan tidak mau menjual kue panggang padanya. Tapi pembeli itu tetap saja mengantri.


Setiap hari nenek memberi makan anak itu. Lama kelamaan hubungan mereka menjadi semakin akrab. Kalau sedang ada rejeki berlebih, nenek membawanya ke warung nasi, warung mie dsb.


Suatu hari anak ini bertingkah aneh. Dia berdiri di depan para pembeli sambil gelisah. Nenek memberinya kue panggang tapi dia tidak mau, diberi air juga tidak mau. Nenek benar-benar kebingungan katanya,"Sebentar panggang kue dulu ya, setelah itu baru nenek bisa ngobrol."


Anak itu lompat kesana lompat kesini. Akhirnya dia tidak tahan lagi, dia membuka celananya lalu jongkok. Para pembeli menutup hidung mereka, ingin marah tapi tidak berani karena takut nenek marah.


Ketika melihat itu nenek hanya tertawa lalu berkata,"Ternyata kamu ingin buang air besar yah? Sekarang saya sudah mengerti kenapa dari tadi kamu bersikap aneh."


Nenek menggeser grobak jualannya 20 meter ke arah timur menjauhi anak itu. Para pembeli mengikuti nenek.


Tiba-tiba ada sebuah truk yang kehilangan kendali dan menabrak tiang listrik. Lokasi kecelakaan itu adalah lokasi awal sang nenek berjualan. Untung nenek dan para pembeli pindah. Kalau tidak pasti terjadi hal yang tidak diinginkan.

Semua pembeli yang baru saja kesal dengan anak itu berubah menjadi berterima kasih. Mereka mengeluarkan uang dari saku dan memberi anak itu uang. Tapi anak itu menolaknya. Dia hanya berdiri di depan gobrak nenek sambil tertawa bodoh.


Kejadian ini dengan cepat tersebar di kota, orang-orang penasaran datang ingin melihat anak ini. Namun keesokan harinya pengemis cilik itu tidak pernah muncul lagi. Orang-orang tidak tahu dari mana datangnya anak itu dan tidak tahu kemana dia pergi.


Sumber : story


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id