Asing di Telinga Orang Indo! Awalnya Aku Menganggap Terkena "Flu Biasa", Tapi 9 Hari Kemudian Dokter Menemukan "Penyakit Mematikan" Ini di Dalam Paru-paruku!

Semoga artikel ini bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan bagi kehidupan kita sehari-hari.
Sponsored Ad

Bakteri, virus, dan penyakit sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan kita sebagai manusia pun tidak menyadari bahwa tubuh kita dalam kondisi bahaya, sampai penyakit itu bena-benar menimpa kita.


Seperti yang dialami wanita ini, sebut saja namanya adalah Dian. Awalnya Dian, mahasiswi 20 tahun, menganggap dirinya hanya terkena flu biasa. Selama seminggu pertama ia tidak memeriksa ke dokter. Namun pada tanggal 29 Januari, ia tiba-tiba di bawa oleh ambulance menuju UGD Rumah Sakit yang terdekat dengan rumahnya. Dan di sana Dian di ICU selama 21 hari.

Sponsored Ad

Dikira hanya flu biasa

Dian adalah seorang mahasiswi yang cantik di kampusnya. Ia adalah anak yang periang dan hobinya olahraga serta mengkonsumsi buah-buahan. Maka tak heran Dian jarang terkena penyakit.


Namun suatu hari menjelang ujian akhirnya, ia merasa kedinginan dan badannya linu. Ia kira hanya flu biasa, sehingga ia hanya meminum obat, banyak minum air putih, dan banyak istirahat. Tapi semakin hari, kondisinya tidak kunjung baik, panas tubuhnya bisa mencapai 40 derajat, batuk sepanjang hari, bahkan sampai hampir pingsan.  


Dari sanalah ibu Dian segera memanggil ambulance dan membawanya ke UGD. Setelah diperiksa ternyata Dian mengidap peradangan paru-paru, yang berarti paru-paru Dian terinfeksi. Dan dokter meminta Dian untuk menjalani rawat inap selama beberapa hari .


Tanpa diduga, kurang dari setengah hari setelah masuk UGD, kondisinya malah semakin memburuk. Dadanya sesak dan menjadi sulit bernafas. Segera dokter meningkatkan asupan oksigennya, namun ia masih merasa kehabisan nafas, Dian merasa dadanya sesak dan seperti ada yang mencekiknya. Oleh karena itu dokter langsung memindahkannya ke ruangan ICU.

Sponsored Ad

Paru-paru terisi 63% bakteri hidup

Setelah diperiksai lebih lanjut, dokter menyatakan sesuatu yang mengejutkan, yaitu hampir seluruh paru-paru Dian terisi 63% bakteri hidup dan kesempatan Dian bertahan hidup hanya 48 jam lagi.


Dokter juga menyatakan bahwa paru-paru Dian sudah dikuasai oleh bakteri ganas MRSA. MRSA adalah singkatan dari methicillin-resistant staphylococcus aureus, yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik.. MRSA dapat menembus jauh ke dalam tubuh, menyebabkan penyakit menular seperti tulang, sendi, darah, katup jantung, dan infeksi paru-paru.

Bakteri MRSA biasanya menginfeksi orang atau anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, jika daya tahan tubuhnya tinggi tidak akan menimbulkan gejala apapun. Bakteri yang dibawa oleh orang tersebut bisa berpindah ke orang lain dan menyebar dengan mudah melalui kontak kulit dan menyentuh barang yang sudah terkontaminasi.


Penyakit MRSA masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tapi di AS, sudah menyebabkan 19.000 orang meninggal karena terinfeksi bakteri ini

Sponsored Ad

Setelah 21 hari di ICU, mukjizat itu terjadi..

MRSA sendiri sebenarnya menjangkiti kurang lebih 30% dari manusia-manusia yang sehat tanpa mereka sadari. Ia hidup di dalam hidung manusia, dan biasanya tidak menyebabkan masalah, atau hanya menimbulkan infeksi ringan. Namun, ketika itu menguasai sistem kekebalan tubuh yang lemah, MRSA tidak merespons hampir kebanyakan antibiotik. Hal ini menjadikannya sulit ditangani setelah infeksi mulai menimbulkan efek negatif.


Mendengar tentang itu, hati orangtua Dian hancur dan menangis sejadi-jadinya. Namun ia tidak mudah menyerah dan terus berdoa dan meminta dokter untuk memberikan perawatan terbaik untuk anaknya. Hari demi hari, Dian melewatinya dengan tubuh yang tak berdaya dan tubuh yang kurusnya.


Namun di hari ke-21, mukjizat itu terjadi.. Dokter menemukan bahwa bakteri ganas itu sudah mati dan hal ini memudahkan dokter untuk melakukan tahap pemulihan untuk Dian.

Setelah itu Dian dipindahkan di kamar biasa dan menjalani tahap pemulihan sampai akhirnya dia boleh dipulangkan ke rumahnya kembali.


Dari sanalah Dian belajar satu hal untuk selalu menjaga kebersihan tubuhnya. Setelah ia pulang dari luar rumah, ia selalu membiasakan cuci tangan dan tetap menjalani kehidupan yang suka olahraga dan makan buah.


Di lain sisi, ia juga belajar jika terkena penyakit, janggan anggap remeh penyakit itu melainkan segera periksalah ke dokter. Jangan tunggu sampai keadaan fisik semakin parah, baru pergi ke dokter. Karena kita tidak tahu bakteri / penyakit berbahaya apa yang sedang menyerang kita.


Semoga artikel ini bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan bagi kehidupan kita sehari-hari.


Sumber: Nocancers


Tulisan, gambar dan video yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id