Mom: "Pinter Ya, Masih Bayi Sudah Bisa Makan Nasi!" WASPADALAH, Bayi Jangan Diberi Makan Padat Terlalu Dini! Alasannya Karena "Hal Ini!"

Papah Mamah, waspadalah!
Sponsored Ad

Para mama jangan salah lagi, bayi kita harus tunggu sampai kapan baru boleh makan makanan biasa?

Terlalu cepat mulai makan makanan orang dewasa sangat beresiko tinggi pada bayi..

Sponsored Ad


Yang dimaksud dari makanan biasa ini adalah makanan padat yang tidak dihaluskan, dilumat, dijus dan telah diberi bumbu perasa, micin, kecap, dsb.

Sering sekali kita mendengar teman-teman sesama Mama berceletuk,"Bayi saya baru satu tahun sudah bisa makan makanan padat loh!"

Namun, apakah ini aman bagi bayi? Terlalu dini memberi mereka makanan padat sangat berbahaya untuk mereka!

Mengapa?


1.Tidak aman

Bayi-bayi kecil masih belum menguasai cara makan dan mengunyah, sayuran yang lebih berserat dan panjang juga lebih sulit dicerna mereka. Mereka juga tidak bisa mengenali tulang ikan, jadi pilih-pilih bahan makanan yah bu-ibu!


2.Nutrisi tidak cukup

Makanan orang dewasa tidak bergizi seperti makanan bayi, tubuh bayi belum bisa banyak menyerap gizinya.

Masa-masa batita adalah masa dimana bayi bertumbuh paling cepat, jadi mereka membutuhkan nutrisi yang lebih tinggi dari orang dewasa, khususnya protein, besi, kalsium, dan zat-zat lainnya.

Sponsored Ad


3.Membiasakan bayi makan makanan tidak sehat

Makanan orang dewasa mengandung banyak bumbu perasa, sehingga bayi menjadi pemilih, mereka jadi lebih suka manis atau makanan yang ada rasanya. 

Kebiasaan ini akan menyebabkan nutrisi bayi tidak seimbang karena ia hanya suka makanan tertentu.

Syaraf perasa bayi sangat sensitif, pilihlah jenis makanan yang alami sebagai makanan pokok bayi.

Peneliti menganjurkan, bayi baru boleh makan makanan lain selain ASI pada umur 6 bulan ke atas. 

Dan jenis makanannya juga harus disesuaikan dengan umur bayi karena gigi dan sistem pencernaan mereka masih belum sempurna.

-Mulailah dari kuah sayur, sayur yang dilumat, buah yang dilumat, daging yang dilumat, sampai tahap nasi yang dilunakkan, sayuran yang dipotong kecil-kecil, buah dan daging.

-Bila bayi tiba-tiba mencret atau diare, itu berarti makanan yang diberi masih terlalu dini untuk  bayi.

-Kurangi garam, minyak , gula untuk bayi. Dan yang paling penting jangan menambahkan garam pada makanan bayi yang kurang dari 1 tahun. Garam hanya akan memperberat kinerja ginjal bayi yang belum sempurna.

Anak yang kurang dari 7 tahun tidak boleh mengasup garam lebih dari 3 gram.


4.Hindari makanan yang berserat, kasar, tidak mudah ditelan.

Kemampuan mengunyah bayi belum sempurna, saat makan mereka mungkin hanya mengunyah 2,3 kali lalu segera menelannya. Hal ini menyebabkan sering terjadinya bayi yang muntah atau sesak karena makanan langsung ditelan.


Kenalkan makanan pada anak sesuai tahapnya, cara-caranya seperti berikut:

a.Sesuaikan dengan kebutuhan bayi, tambah jenis makanan secara perlahan.

Coba dulu 1 jenis makanan, tunggu sampai 3-5 hari atau satu minggu berikutnya baru tambah 1 jenis lagi.

b.Jenis makanan yang ditambah harus sedikit-sedikit, dari encer sampai kental, dari hambar sampai asin, tambah secara perlahan.

c.Bila bayi sakit atau saat cuaca sangat panas, hentikan makanan tambahan atau perlambat untuk menghindari gagal pencernaan. Bila kotoran BAB tidak normal atau bayi muntah, hentikan pemberian makanan. Tunggu sampai kotoran BAB kembali normal baru mulai lagi pemberian makanan lain.

d.Pemberian makanan juga harus disesuaikan dengan pengunyahan anak. Anak harus menguasai secara sempurna.

e.Perhatikan kebersihan saat mengolah makanan anak, bahan makanan harus segar. Jangan memberi makanan sisa untuk bayi.

Disamping itu, alat makan bayi juga harus disteril. 


Ahli anak dari Amerika pernah meneliti tentang pengenalan makanan pada anak yang terlalu dini. Anak yang terlalu cepat dikenalkan makanan padat lebih beresiko terkena alergi, tekanan darah tinggi, obesitas, dll.

"Asalkan ASI cukup, jangan terlalu cepat memberi anak makanan padat." Konsep ini juga salah, karena seiring bertambahnya usia anak, nutrisi yang mereka butuhkan tidak hanya bisa diperoleh dari air ASI.


Semoga bermanfaat! Jangan lupa dishare yah...


Sumber: coco


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id