Mereka "Hidup Dikelilingi Sampah dan Tidak Punya Rumah", Namun "Satu Tindakan Luar Biasa" dari Pemuda Ini Sukses Bikin Netizen Terperangah!

Alangkah baiknya kalau setiap orang mau mulai memikirkan nasib orang lain seperti pemuda satu ini...
Sponsored Ad

Sampah nampaknya sudah menjadi momok paling menakutkan dalam kehidupan kita saat ini. Masalah sampah juga sudah menjadi masalah utama di berbagai belahan dunia. Dalam menghadapi masalah ini, tidak hanya dibutuhkan sosok pemimpin yang mempunyai ide-ide atau rencana yang efektif untuk menyelesaikan persoalan ini, tapi juga dibutuhkan kerja sama dari semua pihak.

Sponsored Ad

Sampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Diberitakan setiap harinya ada milyaran sampah plastik yang terbuang dan mengganggu kehidupan kita. Untung saja baru-baru ini ada pria asal Kolombia yang mempunyai ide unik untuk mengatasi masalah sampah.


Oscar ingin membuat dunia ini menjadi lebih indah dengan tidak ada sampah-sampah menumpuk di mana-mana. Di Bogota, Kolombia sampah yang dihasilkan mencapai 6300 ton per hari. 650 ton di antaranya adalah limbah plastik namun hanya sekitar 100 ton yang bisa didaur ulang. Maka dari itu, sebagian besar sampah yang tidak bisa didaur ulang akhirnya harus kembali dikirim ke tempat penampungan sampah.

Seperti yang kita tahu, kalau sampah yang menumpuk tidak semuanya bisa dengan cepat terurai. Apalagi sampah plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun baru bisa terurai, bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang akan menumpuk di tempat penampungan sampah?

Selain itu, bagi masyarakat miskin, kebanyakan dari mereka memilih untuk tinggal di dekat penampungan sampah. Mereka mau tidak mau tinggal di dekat gundukan sampah dan setiap harinya mencium bau-bau tidak sedap dari sampah-sampah itu. Dilaporkan bahwa ada 46% masyarakat yang tidak memiliki rumah di Bogota.

Prihatin dengan keadaan seperti itu, Oscar kemudian mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Conceptos Plasticos yang bergerak di bidang daur ulang sampah. Oscar mengubah sampah menjadi bahan konstruksi (batu bata) berkualitas tinggi yang digunakan untuk membangun rumah untuk masyarakat yang kurang mampu di sejumlah wilayah di Amerika Selatan.

Sponsored Ad

Oscar begitu sedih melihat orang-orang membangun 'rumah' menggunakan sampah-sampah. 'Rumah-rumah' ini tidak layak untuk mereka tinggali. Dengan bahan-bahan seperti itu, saat hujan atau cuaca dingin, 'rumah' tersebut tidak bisa benar-benar melindungi mereka. Bahkan, saat ada angin kencang, kebanyakan dari 'rumah' mereka akan berubah bentuk bahkan ambruk.

Oscar juga merasa sedih, mengapa di dunia ini tidak ada orang yang mau mulai memikirkan nasib orang miskin atau membantu mereka keluar dari jurang kemiskinan. Setidaknya, bantu mereka untuk bisa hidup dengan layak. Tidak hanya di Bogota, di Amerika, Eropa, dan Asia sendiri dilaporkan bahwa setidaknya 4% dari populasi manusia di dunia adalah orang miskin dan tidak memiliki rumah.

Oleh sebab itu, Oscar mencoba untuk menyelesaikan masalah sampah dan juga membantu orang-orang miskin agar bisa tinggal dengan layak. Oscar sendiri tidak mungkin memiliki kemampuan untuk membelikan masing-masing tunawisma tempat untuk tinggal, namun dengan menggunakan proses industri yang dinamakan ekstrusi, Oscar menggunakan plastik berlapis-lapis, dan campuran plastik karet yang berbeda untuk membuat konstruksi yang kuat.

Pertama-tama Oscar dan timnya harus datang ke pemukiman masyarakat yang tinggal di tempat penampungan sampah dan mengumpulkan sampah plastik dalam jumlah banyak. Setelah itu, sampah akan diproses dan diubah menjadi butiran-butiran kecil, lalu tambahkan bahan pelarut kemudian masukkan ke dalam cetakan dan batu bata hasil daur ulang pun jadi.

Proses pembuatan batu bata daur ulang ini pun tidak langsung berhasil begitu saja. Oscar harus menjalani rangkaian uji coba dan berbagai penelitian untuk menjamin bata bata buatannya tidak mudah hancur dan kuat.  Setelah ia berhasil membuat batu bata yang kuat, tapi batu bata ini tidak bisa ditempel menggunakan semen. Maka, masalah pun kembali muncul.

Sponsored Ad

Oscar lalu teringat permainan lego. Ia lalu berencana untuk membuat batu bata yang bisa disusun seperti permainan Lego. Oscar pun membentuk batu bata daur ulangnya seperti lego, dengan membuat beberapa yang berlubang dan tidak, sama persis seperti lego. Dengan begini, membangun rumah bisa menjadi mudah dan menyenangkan sama seperti sedang memainkan lego.

Untuk membangun rumah dari batu bata daur ulang ini, pertama-tama harus menggunakan sedikit semen sebagai dasar dan beberapa batu bata panjang sebagai penyangga. Setelah itu, seperti lego, satu per satu batu bata disusun dan beberapa bagian akan kembali diperkuat menggunakan baut besar. 

Setelah itu, Oscar menggunakan asbes untuk atap.

Banyak kelebihan dari rumah limbah plastik ini selain ramah lingkungan dan pengerjaan bangunannya yang cepat rumah sederhana ini juga bisa di huni oleh satu keluarga dengan empat orang anggota dan hanya membutuhkan 5 hari pengerjaan. Total untuk membangun satu rumah diperlukan 8 ton sampah plastik.

Pada tahun 2015 lalu, ia berhasil membangun shelter untuk 42 keluarga pengungsi akibat konflik kekerasan di Guapi, Cauca, dengan memanfaatkan 200 ton limbah plastik. Dengan adanya rumah ini, warga akhirnya bisa terangkat harga dirinya dan bisa merasakan bagaimana rasanya tinggal di rumah. Rumah ini terbukti tahan terhadap cuaca apapun dan tidak mudah ambruk walau diterpa angin kencang.

Sponsored Ad

Ide hebatnya ini membuat Oscar mendapat penghargaan dan hadiah uang tunai sebesar 400 juta rupiah. Oscar kemudian mengatakan,"Penghargaan dan uang ini bukanlah tujuan utama yang ingin saya raih. Tapi aku bersyukur mendapat uang ini, dengan demikian aku bisa membangun lebih banyak rumah yang layak untuk masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengurangi jumlah sampah di dunia."

Selain Oscar, di Vietnam sendiri juga sudah muncul ide untuk membangun rumah dari sampah. Di Vietnam, bahan yang digunakan adalah botol-botol bekas. Botol-botol ini diisikan pasir di dalamnya lalu dibangun menggunakan sedikit semen. Walaupun rumah ini tidak kedap suara, namun rumah ini juga terbilang murah, ramah lingkungan, dan juga aman untuk ditinggali.

Limbah atau sampah merupakan permasalahan lingkungan yang mendunia. Hampir setiap negara di dunia bermasalah dengan sampah yang terus menumpuk dan mencemari lingkungan. Mungkin tidak semua orang bisa melakukan sesuatu yang besar layaknya Oscar. Apa yang dilakukan Oscar memang sungguh luar biasa! Namun, satu hal yang pasti yang bisa dilakukan semua orang adalah dengan menjaga lingkungan, tidak buang sampah sembarangan, dan mulai mengurangi penggunaan plastik.  


Sumber: Women


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id